Falsafah Hidup Orang Batak

Sebenarnya tulisan ini saya rangkum dari buku “Orang Batak Kasar? Membangun Citra dan Karakter” karangan Djapiter Tinambunan. Hanya saja beliau menuliskan ada 7 falsafah orang Batak, namun saya mencoba menyederhanakannya menjadi 5 dasar hidup. Ada 5 dasar falsafah hidup orang, yaitu prinsip-prinsip dasar yang masih dilakoni oleh sebagian besar orang Batak dalam kehidupan bermasyarakat saat ini, yaitu:

  1. MARDEBATA; Mardebata kira-kira mempunyai arti mempunyai Tuhan. Orang Batak sangat taat dan bertakwa kepada Debata Mulajadi Nabolon atau Ompu Mulajadi Nabolon (sebutan Tuhan oleh orang Batak). Sebelum agama masuk ke tanah Batak Debata Mulajadi Nabolon diyakini sebagai penguasa Banua Ginjang (Surga). Dialah awal dan akhir yang menciptakan segala isi semesta. Oleh karena itu, orang Batak selalu memperlihatkan hubungan yang dalam kepada Sang Maha Pencipta (Debata Mulajadi Nabolon). 
  2. MARADAT; Maradat mempunyai arti kira-kira mempunyai adat. Hal ini erat kaitannya nanti dengan kekerabatan (Partuturan). Orang Batak sangat menjunjung tinggi adat istiadatnya dimana pun mereka berada, sekalipun jauh berada di perantauan. Hal ini dapat dilihat dari adanya perkumpulan suatu marga tertentu di daerah tertentu. Inilah yang menjadikan orang Batak ketika berada di suatu perantauan sangat solid dan akrab. Lebih jauh lagi, prinsip kekerabatan orang Batak berdasarkan Dalihan Natolu. Mengenai Dalihan Natolu akan saya jelaskan di kemudian hari. Dengan prinsip ini orang Batak paham mengenai posisinya di suatu acara adat, generasi ke berapa dalam silsilah marga, dan bertindak sebagai apa, dan sebagainya. Martutur (saling memberitahukan marga dan urutan generasi ke berapa dalam silsilah marga) sudah sejak dini diajarkan orang tua kepada anak-anaknya. 
  3. MARPANGKIRIMON;Marpangkirimon mempunyai arti kira-kira berpengharapan. Setiap orang Batak punya harapan atau cita-cita hidup. Ada tiga harapan atau cita-cita hidup orang Batak yang akan diusahakan oleh setiap orang Batak selama hidupnya, yaitu: Hagabeon (berketurunan laki-laki dan perempuan), Hasangapon (terpandang dan dihormati dalam masyarakat), dan Hamoraon (kejayaan). Mengenai  3 harapan dan cita-cita orang Batak ini akan saya jelaskan di kemudian hari. 
  4. MARPATIK; Marpatik mempunyai arti Aturan dan Perundang-undangan. Adat Batak sering dikategorikan patik dohot uhum (aturan dan hukum). Patik adalah wujud dari suatu aturan yang baku bagi orang Batak. ‘Patik dohot uhum’ ini yang menjadi pagar menjaga hubungan kekrabatan dan kekeluargaan dan tatanan yang berlaku di suatu daerah. Dahulu hukum ditetapkan bersama oleh raja-raja kampung dan dapat diubah sesuai dengan kesepakatan raja-raja tersebut. Adapun tujuannya adalah unutk menegakkan kebenaran dan keadilan. 
  5. MARPINOMPAR; Marpinompar mempunyai arti berketurunan. Setiap orang Batak menghendaki adanya keturunan sebagai generasi penerus, khususnya anak laki-laki, agar silsilahnya tidak terputus atau hilang.

 

One thought on “Falsafah Hidup Orang Batak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s