Mangulosi, Sebuah Tradisi Adat Batak

Beberapa waktu yang lalu, saya dikirim foto-foto pernikahan adik saya tempo hari yang dilangsungkan di Medan. Nah, ada satu momen dimana kami memberikan ulos kepada pengantin. Davina, tiba-tiba muncul, diantara ulos yang akan kami sampaikan ke adik kami saat itu.

ulos03

ulos04

Di antara serangkaian acara pernikahan adat Batak yang panjang, ada satu momen dimana pengantin diberikan ulos atau dalam bahasa Bataknya dikatakan “mangulosi”. Mangulosi adalah salah satu hal yang teramat penting dalam adat Batak, yaitu pemberian kain tenun khas Batak (Ulos). Filosofi tersendiri oleh nenek moyang orang Batak bahwa kain ulos itu sendiri mempunyai makna pemberian perlindungan dari segala cuaca dan keadaan-keadaan yang tidak baik. Sedemikian pentingnya ulos ini untuk kehidupan sehari-hari, sehingga para leluhur orang Batak selalu memilih ulos sebagai pemberian untuk orang-orang yang mereka sayangi.

Tidak sembarang orang bisa mangulosi atau memberi ulos. Aturan yang pasti adalah Ulos hanya diberikan kepada pihak yang tingkat kekerabatannya dalam hal ini, partuturan, lebih rendah. Misalnya: dari hulahula untuk parboruan (pihak perempuan) atau dari orangtua untuk anak-anaknya atau dari haha (abang/kakak) untuk angginya (adik). Jadi kita tidak akan pernah menemukan orang Batak yang mangulosi orang tuanya sendiri atau ada seorang adik mangulosi abangnya.

Suatu waktu nanti saya akan menulis lebih spesifik tentang ulos dalam adat Batak.

Berikut saya nikmati dulu foto-foto lucu yang dikirim oleh adik saya kemarin.

ulos01

ulos02

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s