“Tektok” Hiking: Mt. Pangrango (3.019 mdpl)

Kali ini saya mau bercerita tentang pengalaman saya melakukan round trip hiking ke Gunung Pangrango. Kegiatan ini kita lakukan di akhir November kemarin. Kegiatan ini di kalangan anak gunung lazim dikenal dengan istilah “tektok run”. Maksudnya di sini kita mendaki gunung dengan cepat – dengan berjalan cepat atau lari. Pendakian ini tidak membawa logistik seperti biasanya kalau kita mau pergi mendaki gunung seperti tenda, sleeping bag, makanan, dll. Kita hanya membawa air secukupnya (biasanya menggunakan water bladder yang dimasukkan dalam hydration pack). Karena “bawaannya” hanya seringan itu, diharapkan waktu pendakiannya menjadi lebih singkat dan cepat.  Biasanya kegiatan ini dilakukan dalam setengah hari saja.

Gunung Pangrango dengan tinggi 3.019 meter dari permukaan laut secara teoritis menjadi gunung kedua tertinggi di Jawa Barat setelah Gunung Ciremai. Tidak seperti tetangganya – Gunung Gede – Gunung Pangrango kurang populer di kalangan pendaki. Hal ini mungkin disebabkan karena pemandangan di puncak gunungnya tidak seindah Gunung Gede yang terbuka dan terdapat kawah aktif yang menjadi daya tarik tersendiri. Selain itu jalur pendakian Gunung Pangrango jauh lebih sulit dan menantang dibandingkan dengan Gunung Gede.

Namun Gunung Pangrango juga memiliki satu tempat yang tidak kalah istimewanya, yaitu Lembah Mandalawangi. Konon di tempat ini, Soe Hok Gie, kerap menghabiskan waktu. Bahkan Soe Hok Gie ini juga sempat membuat sebuah puisi dengan judul “Mandalawangi – Pangrango”, dan sampai sekarang puisi ini sangat terkenal di kalangan para pendaki. Ya, Lembah Mandalawangi memang tidak seramai Lembah Surya Kencana di Gunung Gede. Jarak tempuh ke Lembah Mandalawangi pun terbilang lebih sulit dan lebih jauh dibandingkan ke Lembah Suryakencana dari Cibodas.

pangarango1

Kalau kita memandang dari arah Cibodas, Gunung Gede dan Gunung Pangrango seperti gunung kembar karena memang kedua gunung bertetangga dan dihubungkan oleh punggungan gunung yang sama. Hampir sama scene-nya dengan Gunung Sindoro dan Sumbing. Gunung Gede dan Gunung Pangrango memiliki ketinggian yang berbeda. Tinggi Gunung Gede adalah 2.958 mdpl dan tinggi Gunung Pangrango adalah 3.019 mdpl. Kedua puncak ini dihubungkan oleh punggung gunung (sadel) yang sama sadel yaitu  daerah Kandang Badak (2.400 mdpl).

pangarango2

Untuk jalur pendakian ke Gunung Pangrango yang lazim adalah melalui jalur Cibodas. Mungkin dalam tulisan kali ini saya tidak akan membahas banyak mengenai jalur pendakian dari Cibodas sampai dengan Shelter Kandang Badak. Jalur ini sangat umum dan sudah banyak juga dikupas dan dibahas di berbagai situs dan blog. Namun, kalau tidak salah ya, beberaoa point yang akan kita lewati dari starting point Cibodas adalah – Jembatan Rawa Gayonggong – Shelter Panyancangan (percabangan ke air terjun Cibereum) – Shelter Rawa Denok – Shelter Batu Kukus – Trek Air Panas – Shelter Kandang Batu – Shelter Kandang Badak. Di area shelter ini biasanya para pendaki mendirikan tenda karena areanya cukup luas. Di sini juga terdapat sumber mata air bersih yang dapat digunakan para pendaki sekaligus menjadi sumber mata air terakhir sebelum menuju puncak Gunung Gede atau pun Gunung Pangrango. Para pendaki juga sering menjadikan shelter Kandang Badak menjadi tempat menginap dan peristirahatan sebelum melakukan summit attack baik ke Puncak Gede atau Pangrango. Di area inilah terdapat pertigaan cabang yang akan mengantarkan kita ke Gunung Gede atau Gunung Pangrango.

Kandang Badak – Puncak Pangrango

Dapat dikatakan bahwa trek pendakian Kandang Badak – Puncak Gunung Pangrango adalah pendakian yang sebenarnya. Jalurnya sangat menanjak, tidak jarang treknya sangat rimbun tertutup. Di sepanjang jalur terdapat banyak pohon tumbang dan batang pohon yang melintang. Selain itu terdapat juga banyak percabangan yang membingungkan dan sering membuat orang tersasar. Bahkan pada waktu itu kita bertemu dengan salah seorang pendaki (solo hiking) yang tersasar jauh dan baru saja menemukan jalur sebenarnya.

Medan pendakian ke Puncak Gunung Pangrango memang jauh lebih menantang dan ekstrem dibandingkan dengan jalur ke Gunung Gede. Jalur pendakian yang menyempit, sehingga kita harus sedikit memanjat untuk melewati akar-akar pohon, dan medan yang terjal. Di ujung “leher gunung” menuju puncak, pendaki dihadapkan dengan beberapa jalur berdinding tanah. Pijakan kaki juga hanya selebar kaki. Tidak jarang, para pendaki harus berjalan miring untuk melewati jalur pendakian menuju Puncak Gunung Pangrango.

pangarango3

Menjelang puncak Gunung Pangrango trek akan kembali datar dan melewati tanaman randu dan hutan lumut. Puncak Pangrango sendiri tidak seperti puncak Gunung Gede yang terbuka, dimana puncak Gunung Pangrango tertutup. Hanya terdapat celah kecil dimana dari puncak Gunung Pangrango kita dapat memandang Pundak Gunung Gede yang menyembulkan asap dari kawahnya. Di puncak Gunung Pangrango terdapat area datar dengan tugu dan sebuah bangunan kayu yang sudah rusak.

pangarango4

Puncak Pangrango – Lembah Mandalawangi

Untuk menuju lembah Mandalawangi kita dapat mengambil trek ke arah kiri dari Puncak Pangrango. Jalur menurun terletak sekitar 100 meter dari Puncak Pangrango.  Lembah Mandalawangi luasnya sekitar 5 hektar jauh lebih kecil dibandingkan Lembah Suray Kencana di Gunung Gede yaitu sekitar 50 hektar. Tapi pemandangan di sini tidak kalah indahnya.

Berikut video tentang perjalanan yang kita lakukan kemarin:

Track movie yang diambil dari GPS Watch
Jangan lupa subscribe channel youtube saya ya.. Thanks!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s