Work-Life Balance di tempat kita bekerja? Di Telkom Group ada..

Beberapa waktu yang lalu ketika saya mengikuti program Great People Managerial Program (GPMP) band III batch ke-31 – yang diselenggarakan oleh kantor saya – ada sesuatu yang menarik. Di salah satu sesi awalnya, seorang instruktur memberi informasi yang sebelumnya belum pernah saya dengar. Saat ini ada jabatan baru di level direksi yaitu Chief Happiness Officer (CHO). Jabatan ini sudah ada di beberapa perusahaan internasional seperti Google dan Cyberclick. Dalam susunan direksi di perusahaan tersebut terdapat jabatan Chief Happiness Officer (CHO). Mungkin selama ini kita sudah familiar dengan beberapa istilah seperti CEO (Chief Executive Officer), CFO (Chief Financial Officer), dan CTO (Chief Technology Officer) yang mana posisi-posisi tersebut memang diperlukan dan memiliki peran untuk memastikan roda perusahaan berjalan dengan baik. Akan tetapi bagaimana dengan jabatan CHO? Kenapa sampai bisa ada jabatan tersebut? Seberapa pentingkah posisi tersebut? Apa job desk-nya?

Singkat ceritanya salah satu tugas “Direktur Kebahagiaan” ini adalah memastikan kebahagiaan karyawan selalu terjaga. Apa? Sungguh berat dan sangat berat! Bayangkan, ada berapa ratus atau berapa ribu karyawan di kantor tersebut yang harus dibahagiakan dengan berbagai sikap, kepribadian, permasalahan masing-masing karyawan yang satu sama lainnya tentu berbeda. Sepertinya pejabat CHO ini jauh lebih pusing daripada jabatan CEO.

Ternyata filosofi yang melatarbelakangi munculnya jabatan CHO ini adalah terdapat gap yang besar antara ekspektasi pelanggan dengan kemampuan perusahaan memenuhi ekspektasi tersebut. Perusahaan dituntut untuk memberi pelayanan atau produk terbaik bagi pelanggannya. Namun ternyata, untuk memuaskan pelanggan, perusahaan terlebih dahulu harus memastikan para karyawannya sendiri merasa puas dan bahagia. Bagaimana mungkin para karyawan yang tidak bahagia, selalu merasa tertekan, yang berada di lingkungan kerja tidak sehat dapat melayani pelanggan eksternalnya dengan baik? Kalau lebih dalam dipikir, ada benarnya juga sih! Formulanya di sini adalah: Karyawan Bahagia = Pelanggan Puas.

Memang perusahaan tempat saya bekerja saat ini belum mempunyai jabatan CHO di jajaran direksinya seperti Google. Tetapi saya merasa beruntung dapat bekerja di PT Telkom Indonesia. Saya pernah bekerja di perusahaan asing sebelum saya bekerja di PT Telkom Indonesia. Tidak terbayangkan oleh saya sebelumnya dapat bekerja di PT Telkom Indonesia yang sangat memperhatikan lingkungan kerjanya. Di perusahaan ini para karyawannya dibuat senyaman mungkin dalam bekerja. Hal ini tercermin dari budaya yang dicanangkan oleh Direktur HCM Telkom Group sebelumnya –  Herdy Harman. Ada slogan yang menurut saya sangat menarik yaitu: “Working at Telkom Group has to be fun, keep your spirit high, and keep forever young!”

Slogan perusahaan “Working at Telkom Group has to be fun, keep your spirit high, and keep forever young!” tidak hanya jargon semata saja. Telkom Group secara nyata mendukung dengan memastikan kenyamanan setiap karyawannya dalam bekerja. Telkom Group memfasilitasi ruang kerja para karyawannya sesuai dengan konsep smart office. Hal ini diyakini dapat mendorong munculnya energi positif yang menyenangkan dan dapat meningkatkan kreativitas dan ekspresi karyawan. Dampak yang diharapkan adalah karyawan termotivasi untuk senantiasa memberikan yang terbaik bagi Telkom Group.

Kesuksesan Telkom Group dalam hal implementasi budaya perusahaan ini sudah terbukti dengan beragam apresiasi yang diberikan. Mungkin kita dapat dengan mudah mencari di dunia maya dimana Telkom Group diberitakan mendapat penghargaan sebagai Best Companies to Work For baik di level Nasional maupun Regional. Telkom Group digambarkan sebagai tempat bekerja terbaik di atas rata-rata industry.

Perusahaan juga sangat memperhatikan Work–life balance, dimana terdapat keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan “di luar pekerjaan”. Work-life balance menuntut keseimbangan di mana tuntutan kehidupan pribadi, kehidupan profesional, dan kehidupan keluarga adalah sama. Salah satu implementasi dari hal tersebut adalah pengaturan kerja yang fleksibel yang memungkinkan karyawan untuk mempunyai “kehidupan lainnya” di luar pekerjaan.

Untuk menjaga keseimbangan kerja dan kehidupan “di luar pekerjaan” saya, Telkom Group juga memberikan kesempatan bagi setiap karyawannya untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler dan program sosial bagi karyawan.

Saya bersama teman-teman di Direktorat NITS aktif dalam kegiatan bermusik dan beberapa kali mengisi acara-acara internal di Telkom seperti Rapim. Bahkan tidak jarang kami mendapat kesempatan tampil bersama para senior leader dan para Direksi.

Selain itu saya ikut dalam komunitas Telkom Runner yang beberapa kali komunitas lari ini mengikuti event lari di dalam dan luar kota.

Belakangan ini saya juga saya dan teman-teman kantor yang suka kegiatan alam bebas mulai menginisiasi komunitas Telkom Hiking. Saat ini kegiatan utamanya adalah melakukan pendakian di beberapa gunung yang ada di Jawa. Dalam jangka panjangnya akan melakukan ekspedisi ke luar pulau Jawa dan memberikan charity di desa-desa pegunungan yang kita lewati nantinya.

Salah satu perubahan besar yang dilakukan perusahaan saat ini adalah New Digital Paradigm. Di jaman yang serba digital ini para karyawan dipermudah dengan kehadiran absensi on line, yang bernama DIARIUM. Selama 14 tahun saya bekerja di perusahaan ini saya sudah mengalami beberapa cara absensi, mulai dari cara manual dengan mesin absen sampai dengan absen memakai workstation atau desktop yang dedicated khusus untuk absensi saja. Mengantri panjang untuk melakukan proses absensi di jam-jam sibuk kedatangan dan kepulangan adalah cerita sehari-hari yang menjengkelkan.

Dengan aplikasi DIARIUM ini, isu seputar masalah jam kedatangan tidak menjadi masalah besar. Kita bisa absensi dan kerja di mana pun. Melalui aplikasi ini, atasan dan kolega kerja kita tahu saat ini kita berada di mana pada saat jam tersebut. Kita juga bisa melaporkan pekerjaan kita melalui aplikasi tersebut. Selain itu kita juga dapat berkolaborasi dengan rekan lainnya juga melalui aplikasi tersebut. Singkat kata, asal kerjaan kita beres, semuanya tidak ada masalah kan? Boss senang, staff pun happy.

Semoga ke depannya Telkom dapat mempertahankan prestasi menjadi Best Companies to Work dan yang paling utama Telkom Group mampu memberikan kenyamanan bagi karyawannya melalui lingkungan kerja yang kondusif.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s