Kak Vina naik kelas

Akhirnya kesampaian juga menulis tentang Cece “D” alias Kak Vina di blog..

Ini hanya tulisan ringan saja sih, mau menulis tentang milestone si Kak Vina. Bulan Juli 2019 ini beberapa pencapaian Cece “D” sangat luar biasa. Bulan Juli ini, Cece “D” naik ke kelas 2 SD. Waktu pembagian laporan hasil belajar di kelas 1 bulan lalu, kami sebagai orang tua sangat bangga. Wali kelas Cece “D” di kelas 1 bercerita kepada kami, pencapaian akademik Davina sangat baik sekali, secara mental bahkan kata wali kelasnya untuk umur anak 6 tahun sangat luar biasa. Secara tanggung jawab dan disiplin di atas anak-anak lain di kelasnya. Bahkan yang membuat kami bangga ternyata Kak Vina beberapa kali diberi tanggung jawab oleh wali kelasnya untuk mengajari dan mendampingi anak tertentu dalam hal belajar di kelas. Memang terkadang si Kakak suka cerita di rumah kalau dia diberi tugas oleh Ibu Guru mengajari si A, minggu depan mendampingi si B, dll. Di akhir tatap muka dengan Ibu Guru wali kelas, beliau mengatakan kepada kami bahwa dirinya sangat senang dan sering merasa terbantu tugasnya karena Kak Vina. Wah, bangganya…

Bulan Juli ini juga Cece “D” menyelesaikan kelas musik “Junior Music Course” dengan hasil yang sangat baik. Mulai bulan depan Cece “D” akan memulai kelas baru yaitu JXC, dimana kelas tersebut menuntut kemandirian yang lebih. Waktu kelas JMC si Kakak dan anak-anak yang lain masih harus didampingi orang tua di kelas. Nah, untuk kelas JXC sudah tidak boleh lagi ditemani oleh orang tua di dalam kelas. Secara tingkat kesulitan juga akan semakin tinggi levelnya dan tentu saja ujiannya juga akan semakin susah.

Bulan Juli ini si Kakak genap 1,5 tahun belajar berenang. Tidak percuma

hampir setiap minggu siang saya mengantar kakak untuk belajar renang di salah satu sekolah renang di kawasan Fatmawati. Hasilnya si kakak sudah mampu berenang dalam 3 gaya yaitu; gaya bebas, gaya punggung, dan gaya dada. Saya saja belum mampu untuk berenang dalam 3 gaya tersebut. Keren nih si Kakak. Dan juga si kakak sudah belajar dasar-dasar diving alias menyelam. Wah seru nih, artinya si kakak udah bisa di ajak ke Raja Ampat he..he..

Oh ya satu lagi, si Cece “D” ikut ekstra kurikuler Taekwondo di sekolahnya. Awalnya  motivasi kami agar si Kakak dapat rutin olahraga setiap minggu. Yah, menurut kami ilmu beladiri sangat diperlukan seorang perempuan apalagi tinggal di kota Jakarta yang tidak ramah terhadap wanita dan rawan pelecehan belakangan ini. Puji Tuhan, si kakak antusias untuk berlatih.

Doa kami sebagai orang tua, si Kakak dapat melakukan yang terbaik di bidang manapun yang dia mau dan dia suka. Papa dan mama akan selalu mendukung apapun pilihan kamu nantinya. Tuhan memberkatimu.

yamaha01

Pengalaman Menginap di Rumah Pohon, Taman Safari Cisarua Bogor

Minggu lalu seorang teman saya bertanya tentang pengalaman menginap di Rumah Pohon, Taman Safari Cisarua Bogor. Kenapa tidak sekalian saja saya tulis di blog keluarga?

Sebelumnya Kak Vina selalu mengatakan ingin menginap di rumah pohon seperti di film-film animasi yang pernah ia lihat? Ternyata ada lho hotel yang menyerupai rumah pohon tersebut. Rumah pohon tersebut ada di Taman Safari Cisarua, Bogor. Lengkap dengan jembatan gantung untuk akses jalannya antar rumah.

Kalau tidak salah ya, terdapat 8 unit rumah pohon. Empat unit yang lama dan empat unit yang baru. Bedanya di unit rumah yang baru terdapat perosotan dari lantai 2 (mezzanine) langsung ke lantai 1. Jadi seru kan?  Secara keseluruhan fasilitas sama yaitu setiap unit terdapat 1 double bed dan 1 bed bertingkat (bisa untuk kapasitas 4-6 orang) ditambah extra bed di ruang tengah, 2 kamar mandi, pantry untuk memasak, sofa di ruang tamu, televisi di kamar utama, lahan parkir untuk 1 mobil, dan tempat untuk bersantai sekaligus menyalakan api unggun di bagian luar hotel. Untuk interior ruangan didominasi ornamen serba kayu yang dibentuk sedemikian rupa walaupun dibentuk dari semen. Mulai dari dinding, lantai, hingga tempat tidur.

Selain desainnya yang unik, lokasi Tree House ini dikelilingi pula oleh pepohonan sehingga membuat kita seperti tinggal di tengah hutan. Apalagi lokasi Taman Safari tepat berada di kaki Gunung Gede Pangrango, jadi udaranya dijamin sejuk dan segar. Tidak seperti udara di Ibukota Jakarta belakangan ini.

Namun menginap di hotel ini sih lumayan harganya. Per malamnya dikenai tarif Rp 2,2 juta untuk weekend, yang pastinya untuk weekdays mungkin lebih murah. Akan tetapi ini untuk unit Rumah Pohon yang baru ya.. yang di dalamnya terdapat perosotan. Untuk unit rumah yang lama (yang tidak ada fasilitas perosotan) lebih murah Rp 200 ribu. Tetapi dijamin anak-anak akan senang dan bahagia.

Romah Pohon ini ada dalam kawasan Taman Safari Cisarua Bogor. Untuk menuju area Rumah Pohon kita harus naik kendaraan (mobil) karena jaraknya cukup jauh mungkin dan paling ujung dari kawasan penginapan. Jadi kita akan melewati area penginapan yang lain terlebih dahulu; yaitu Safari Lodge, Caravan dan Bungalow-nya. Oh ya, tentunya menginap di Rumah Pohon ini sudah termasuk sarapan di Restoran Caravan yang ada di area penginapan Taman Safari (area depan pintu masuk).

Apakah menyenangkan menginap di Rumah Pohon Taman Safari Cisarua Bogor? Buat kami sekeluarga jawabannya tentu saja “YA”. Apalagi unit rumah Pohon Kami terdapat perosotannya, Kak Vina tidak bosan-bosannya naik turun bahkan sampai malam pun dia masih saja bermain. Pemandangan di sekitar Rumah Pohon juga masih terasa “hutan”-nya. Ada suara jangkrik, kadang kita mendengar suara binatang-binatang malam (nokturnal) yang tentunya memberikan pengalaman baru dan berbeda bagi anak-anak. Kalau kita menginap di area caravan dan bungalow yang sangat ramai, mungkin kita tidak mendapatkan pengalaman ini.

Saran saya sih untuk itinerary minimal 2 hari 1 malam. Hari pertama dari siang sampai sore kita bisa jalan-jalan ke kebun binatangnya dan menonton beberapa show pertunjukan atraksi binatang. Mungkin luangkan waktu kita sejenak ke Istana Panda untuk melihat 2 panda lucu yang langsung didatangkan dari China. Akan tetapi kendaraan pribadi tidak boleh memasuki kawasan tersebut. Jadi kita harus naik shuttle bus yang sudah disediakan pihak Taman Safari. Kita dapat memarkir terlebih dahulu kendaraan kita, lalu berjalan ke halte bus yang akan membawa kita ke Istana Panda. Jangan takut di Istana Panda terdapat food court yang menyediakan berbagai jenis makanan, termasuk bakpao yang dibentuk seperti panda. Jadi dijamin anak-anak pasti suka.

rumah pohon02

 

Setelah sore menjelang malam, kita baru check in ke Rumah Pohon dan besoknya dapat melanjutkan kembali jalan-jalan ke Taman Safari atau berenang di kolam renang yang terdapat dekat dengan area restoran tempat para pengunjung sarapan pagi.

Sampai jumpa di pengalaman berikutnya…

 

 

Nonton Musik Klasik

Minggu lalu, kita mengajak Cece Davina nonton musik klasik. Tempatnya di Aula Simfonia Jakarta, Kemayoran. Selama ini hanya dapat membayangkan dan melihat layout ruangan konser ini dari internet. Di luar dugaan, ternyata gedung Aula Simfonia Jakarta ini adalah gedung indah yang kelihatannya memang sudah didisain sejak awal untuk keperluan pagelaran sebuah orchestra atau pertunjukan sejenis. Hal ini terlihat jelas dari tata-ruang serta interior yang dihiasi pernak pernik layaknya sebuah “Concert Hall” yang banyak dijumpai di kota-kota Eropa. Ukuran hall memang tidak terlalu besar, namun suasana di dalam sangat klasik dan rasa “western” sungguh kental.

Kali ini kita menonton Grand Concert Tour 2018 Jakarta Simfonia Orchestra, dengan Conductor DR. Stephen Tong. Konser ini diadakan di beberapa kota di Indonesia dan juga di Singapore dan Kuala Lumpur. Untuk konser pertamanya diadakan di kota Jakarta. Seharusnya untuk menonton pertunjukan musik klasik kelas dunia kita harus merogoh kocek yang tidak sedikit, minimal jutaan rupiah. Namun tidak untuk konser kali ini, kita dapat menikmati pertunjukan ini hanya dengan 300 ribu rupiah per orang. Ya, sangat murah sekali. Ternyata Pak Tong punya terinspirasi dengan motonya Air Asia, yaitu “Everybody can fly”. Ya, artinya semua orang dapat menikmati musik klasik, tidak perlu mahal.

IMG_0420 copy

Komposisi yang dibawakan pada acara konser tersebut juga sangat familiar di telinga Cece Davina. Cece Davina sering mendengar nomor-nomor klasik dari Suppe, Mozart, dan Beethoven yang disetel oleh ie ie ataupun saya. Intinya Cece Davina sangat senang menonton konser kali ini.

IMG_0411 (1) copy