Mangulosi, Sebuah Tradisi Adat Batak

Beberapa waktu yang lalu, saya dikirim foto-foto pernikahan adik saya tempo hari yang dilangsungkan di Medan. Nah, ada satu momen dimana kami memberikan ulos kepada pengantin. Davina, tiba-tiba muncul, diantara ulos yang akan kami sampaikan ke adik kami saat itu.

ulos03

ulos04

Di antara serangkaian acara pernikahan adat Batak yang panjang, ada satu momen dimana pengantin diberikan ulos atau dalam bahasa Bataknya dikatakan “mangulosi”. Mangulosi adalah salah satu hal yang teramat penting dalam adat Batak, yaitu pemberian kain tenun khas Batak (Ulos). Filosofi tersendiri oleh nenek moyang orang Batak bahwa kain ulos itu sendiri mempunyai makna pemberian perlindungan dari segala cuaca dan keadaan-keadaan yang tidak baik. Sedemikian pentingnya ulos ini untuk kehidupan sehari-hari, sehingga para leluhur orang Batak selalu memilih ulos sebagai pemberian untuk orang-orang yang mereka sayangi.

Tidak sembarang orang bisa mangulosi atau memberi ulos. Aturan yang pasti adalah Ulos hanya diberikan kepada pihak yang tingkat kekerabatannya dalam hal ini, partuturan, lebih rendah. Misalnya: dari hulahula untuk parboruan (pihak perempuan) atau dari orangtua untuk anak-anaknya atau dari haha (abang/kakak) untuk angginya (adik). Jadi kita tidak akan pernah menemukan orang Batak yang mangulosi orang tuanya sendiri atau ada seorang adik mangulosi abangnya.

Suatu waktu nanti saya akan menulis lebih spesifik tentang ulos dalam adat Batak.

Berikut saya nikmati dulu foto-foto lucu yang dikirim oleh adik saya kemarin.

ulos01

ulos02

Falsafah Hidup Orang Batak

Sebenarnya tulisan ini saya rangkum dari buku “Orang Batak Kasar? Membangun Citra dan Karakter” karangan Djapiter Tinambunan. Hanya saja beliau menuliskan ada 7 falsafah orang Batak, namun saya mencoba menyederhanakannya menjadi 5 dasar hidup. Ada 5 dasar falsafah hidup orang, yaitu prinsip-prinsip dasar yang masih dilakoni oleh sebagian besar orang Batak dalam kehidupan bermasyarakat saat ini, yaitu:

  1. MARDEBATA; Mardebata kira-kira mempunyai arti mempunyai Tuhan. Orang Batak sangat taat dan bertakwa kepada Debata Mulajadi Nabolon atau Ompu Mulajadi Nabolon (sebutan Tuhan oleh orang Batak). Sebelum agama masuk ke tanah Batak Debata Mulajadi Nabolon diyakini sebagai penguasa Banua Ginjang (Surga). Dialah awal dan akhir yang menciptakan segala isi semesta. Oleh karena itu, orang Batak selalu memperlihatkan hubungan yang dalam kepada Sang Maha Pencipta (Debata Mulajadi Nabolon). 
  2. MARADAT; Maradat mempunyai arti kira-kira mempunyai adat. Hal ini erat kaitannya nanti dengan kekerabatan (Partuturan). Orang Batak sangat menjunjung tinggi adat istiadatnya dimana pun mereka berada, sekalipun jauh berada di perantauan. Hal ini dapat dilihat dari adanya perkumpulan suatu marga tertentu di daerah tertentu. Inilah yang menjadikan orang Batak ketika berada di suatu perantauan sangat solid dan akrab. Lebih jauh lagi, prinsip kekerabatan orang Batak berdasarkan Dalihan Natolu. Mengenai Dalihan Natolu akan saya jelaskan di kemudian hari. Dengan prinsip ini orang Batak paham mengenai posisinya di suatu acara adat, generasi ke berapa dalam silsilah marga, dan bertindak sebagai apa, dan sebagainya. Martutur (saling memberitahukan marga dan urutan generasi ke berapa dalam silsilah marga) sudah sejak dini diajarkan orang tua kepada anak-anaknya. 
  3. MARPANGKIRIMON;Marpangkirimon mempunyai arti kira-kira berpengharapan. Setiap orang Batak punya harapan atau cita-cita hidup. Ada tiga harapan atau cita-cita hidup orang Batak yang akan diusahakan oleh setiap orang Batak selama hidupnya, yaitu: Hagabeon (berketurunan laki-laki dan perempuan), Hasangapon (terpandang dan dihormati dalam masyarakat), dan Hamoraon (kejayaan). Mengenai  3 harapan dan cita-cita orang Batak ini akan saya jelaskan di kemudian hari. 
  4. MARPATIK; Marpatik mempunyai arti Aturan dan Perundang-undangan. Adat Batak sering dikategorikan patik dohot uhum (aturan dan hukum). Patik adalah wujud dari suatu aturan yang baku bagi orang Batak. ‘Patik dohot uhum’ ini yang menjadi pagar menjaga hubungan kekrabatan dan kekeluargaan dan tatanan yang berlaku di suatu daerah. Dahulu hukum ditetapkan bersama oleh raja-raja kampung dan dapat diubah sesuai dengan kesepakatan raja-raja tersebut. Adapun tujuannya adalah unutk menegakkan kebenaran dan keadilan. 
  5. MARPINOMPAR; Marpinompar mempunyai arti berketurunan. Setiap orang Batak menghendaki adanya keturunan sebagai generasi penerus, khususnya anak laki-laki, agar silsilahnya tidak terputus atau hilang.

 

Mengapa Harus Konten Lokal?

Berdasarkan data dari situs http://www.internetworldstats.com per 31 Desember 2011 terdapat sekitar 55 juta lebih pengguna internet di Indonesia dengan tingkat penetrasi 22,4% (versi Mark Plus). Dengan jumlah sebanyak ini, Indonesia menduduki peringkat ke-4 di Asia dalam hal pengguna internet setelah Cina, India, dan Jepang.

Sudah barang tentu Indonesia merupakan pasar yang potensial bagi produk-produk dan produsen konten internet di dunia. Namun dengan jumlah sebanyak itu ternyata tipe pengguna internet di Indonesia ternyata lebih menyukai website dan konten luar negeri. Data yang diperoleh dari situs http://www.alexa.com menunjukkan bahwa pengguna internet di Indonesia sangat ‘gandrung’ akan situs dan konten luar negeri. Berikut 10 situs yang paling sering dikunjungi oleh pengguna internet di Indonesia, adalah (berdasarkan  http://www.alexa.com/topsites/countries/IDper 27 September 2012):

  1. facebook.com
  2. google.co.id
  3. google.com
  4. blogspot.com
  5. youtube.com
  6. yahoo.com
  7. kaskus.co.id
  8. wordpress.com
  9. twitter.com
  10. detik.com

Kita dapat melihat data tersebut situs lokal yang masuk dalam 10 besar adalah http://www.kaskus.co.id (urutan ke-7) dan http://www.detik.com (urutan ke-10). Apa artinya? Artinya adalah pengguna internet di Indonesia sangat menyukai konten web luar. Sebagai perbandingan, negara Cina (jumlah user internet terbesar di Asia) sangat berbanding terbalik dengan negara Indonesia. Berikut 10 situs yang paling sering dikunjungi oleh pengguna internet di negara Cina (berdasarkan http://www.alexa.com/topsites/countries/CN per 27 September 2012):

  1. baidu.com
  2. qq.com
  3. taobao.com
  4. sina.com.cn
  5. google.com.hk
  6. 163.com
  7. weibo.com
  8. sohu.com
  9. soso.com
  10. google.com

Dari urutan di atas dapat kita lihat bahwa konten di negara Cina mayoritas berasal dari lokal. Terdapat 8 situs yang berisikan konten lokal dan hanya 2 situs yang ada di luar negara Cina, itu pun adalah mesin pencari yaitu google.com.hk (peringkat ke-5) dan google.com (peringkat ke-10).

Lalu apa pentingnya bagi kita untuk mencintai konten lokal? Manfaat apa pula yang kita peroleh apabila para pengguna internet di Indonesia lebih mencintai konten lokal? Dan hal-hal apa saja yang harus dilakukan agar pengguna internet di Indonesia lebih mencintai konten lokal?

Mungkin masih banyak di antara kita yang belum mengetahui, apa dan mengapa harus konten lokal. Yang dimaksud dengan konten lokal di sini adalah isi dari situs tersebut terutama berasal dari lokal (Indonesia) dan umumnya berbahasa lokal (Bahasa Indonesia). Hal tersebut adalah secara isi situsnya. Secara teknisnya, Data Center dan Hosting-nya ada di lokal (Indonesia) dan menggunakan jaringan lokal (ISP dari Indonesia). Banyak sekali manfaat apabila kita menggunakan konten lokal baik untuk kita sendiri maupun orang lain di Indonesia, antara lain:

  1. Akses menjadi lebih cepat. Mengapa? Saat kita mengakses konten lokal tentu saja akan lebih cepat, karena jarak lokasi server lebih dekat, dengan kata lain latency lebih terjaga.
  2. Menambah Lapangan Pekerjaan. Mengapa? Jika pengusaha konten lokal sudah besar efeknya secara langsung tentu akan merekrut karyawan-karyawan lokal. Contohnya adalah kaskus, tokopedia, tokobagus, dll yang sebagian besar karyawannya adalah orang Indonesia. Lebih jauh lagi dengan cara ini tentunya penggangguran di bidang lulusan IT dapat ditekan. Hal yang sama ditanyakan, ada berapa orang Indonesia yang bekerja di facebook, google,dan yahoo? Tentu saja tidak banyak atau bahkan tidak ada. Padahal para pengguna internet dari Indonesia telah memberikan kontribusi yang cukup signifikan bagi perusahaan-perusahaan tersebut selama ini. Ironis bukan?
  3. Menambah Devisa Negara. Kok bisa? Tentu saja. Sudah barang pasti perusahaan IT di Indonesia akan membayar pajak dari pendapatannya ke pemerintah Indonesia sendiri. Bandingkan dengan perusahaan konten luar seperti facebook, google, dan yahoo apakah membayar pajak ke pemerintah Indonesia dari pendapatannya yang diperoleh (yang notabene kontribusi dari pengguna internet yang berasal dari Indonesia?) Tentu saja jawabannya adalah “tidak”.
  4. Biaya Internet, web hosting, dan server akan menjadi lebih murah. Masa sih? Kita tentu sama-sasam mengetahui bahwa beberapa perusahaan konten di Indonesia masih menggunakan hosting luar negeri. Mengapa? Berikut beberapa alasannya, antara lain:
      • Hosting di luar lebih murah, sebaliknya di Indonesia lebih mahal.
      • Ada beberapa pendapat (namun belum teruji sepenuhnya) bahwa hosting di Indonesia susah di-crawl (dilacak) oleh google dan yahoo.

Memang dalam hal ini salah satunya terkait dengan harga bandwidth Internasional yang masih relatif mahal. Dikutip dari salah satu situs lokal bahwa rata-rata provider hosting men-share 1 atau 2 Mbps untuk sekitar 10-20 server. Sementara di dalam server itu sendiri kira-kira ada 200-1000 domain. Tentu dapat anda bayangkan, berapa bandwidth international yang di dapat dari 1 domain?

Namun sebenarnya hal ini tidak dapat dijadikan alasan utama. Kapan lagi kita bisa menggalakkan konten lokal? Seandainya semua perusahaan konten lokal memasang website di server lokal, barangkali Google atau Yahoo tentu akan mempertimbangkan untuk membuka server di Indonesia.

Apabila ketergantungan terhadap konten luar sudah hilang, secara otomatis harga berlangganan Internet juga akan murah. Ini tujuan jangka panjangnya, bukan? Akibat dari banyaknya pengguna internet di Indonesia yang mengakses konten luar secara signifikan tentunya mempengaruhi harga berlanggan internet yang termasuk mahal. Kita semua tahu bahwa harga bandwith international itu sangat mahal dibeli oleh para ISP termasuk TELKOM tentunya. Selama ini yang dilakukan oleh para ISP adalah melakukan bandwidth share untuk traffic international dengan perbandingan tertentu. Oleh karena itu ketika waktu peak hour, akses internet ke situs internasiaonal pun akan terasa lambat. Belum lagi ‘ritual’ wajib users di Indonesia setiap kali terkoneksi ke internet adalah membuka facebook, check email di yahoo atau gmail. Seandainya saja pengguna internet di Indonesia menggunakan konten lokal, dapat dipastikan biaya internet akan jauh lebih murah. Walaupun akses ke youtube, facebook, google, dan yahoo tetap lambat tentu hal ini tidak akan jadi masalah utama karena sudah ada penggantinya di konten lokal.

Lebih jauh lagi, apabila biaya berlangganan internet murah tentu saja saudara-saudara kita yang berada di pelosok desa akan dapat menikmati Internet. Mungkin kita yang tinggal di kota-kota besar saat ini termasuk orang yang beruntung karena dapat menikmati Internet, sementara orang-orang di pelosok desa dengan besaran uang kita yang keluarkan saat ini untuk biaya berlangganan internet masih dirasakan sangat mahal oleh mereka.

Lalu hal-hal apa saja sih yang diperlukan oleh para users di Indonesia? Ada beberapa konten wajib yang dicari oleh kebanyakan para pengguna internet, antara lain:

  1. Email gratis. Sepertinya semua para pengguna internet setuju karena ini sangat penting. Rata-rata pengguna internet di Indonesia menggunakan yahoomail atau gmail. Dahulu di Indonesia pernah ada beberapa provider email gratis, sebut saja plasa.com dan telkom.net.
  2. Instant Messenger. Fitur ini sepertinya sudah masih menjadi kebutuhan wajib para pengguna internet, seperti Yahoo Messenger dan Gtalk. Saat ini di Indonesia belum ada penggantinya.
  3. Social Network. Kalau ini di Indonesia sudah ada beberapa situs, seperti indogoo.com.
  4. Blog gratis. Ini juga sudah ada penggantinya di Indonesia misalnya dagdigdug.com (namun saat ini situs tersebut masih berbenah sampai akhir Desember 2012).
  5. Micro Blog, alias pengganti twiter.com. Belum ada yang populer di Indonesia.
  6. Forum dan Komunitas. Untuk konten ini banyak yang sudah populer di Indonesia. Dahulu yang terkenal adalah kafegaul.com namun saat ini yang lagi booming adalah kaskus.co.id.
  7. Search Engine. Sepanjang pengetahuan saya belum ada siap untuk dipakai.
  8. File Sharing. Untuk hal ini di Indonesia sudah ada beberapa dan sangat populer, yaitu: indowebster.co.id, maknyos.com, dll. Namun para pengguna internet di Indonesia masih banyak yang berbagi file di rapidshare, 4share, megaupload, dll.
  9. Video Sharing, alias pengganti youtube.com. Di Indonesia sudah ada beberapa walaupun masih kurang menarik, seperti: layartancap.com, beoscope.com, dll.

Oleh karena itu hal-hal apa saja yang dapat dilakukan pemerintah (sebagai regulator) dan para ISP sebagai penyedia jasa berlangganan internet? Untuk menggalakkan munculnya konten lokal, salah satu cara yang dapat ditempuh pemerintah adalah dengan memberikan insentif khusus kepada penggiat industri ini. Misalnya insentif pajak, kredit ringan untuk modal kerja, dan lainnyz. Untuk para ISP dapat memberikan diskon khusus bagi para pengguna internet yang lebih banyak mengakses konten-konten lokal (secara teknis hal ini dapat dilakukan dengan memodifikasi billing system para ISP tersebut).